ALIRAN
SENI RUPA
Aliran Seni Rupa. Seni rupa adalah
cabang dari seni yang ditangkap oleh indera penglihatan dan perabaan. Dengan
mencipatakan kesan estetika yang diperoleh melalui pengolahan terhadap titik,
garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan. Bermacam
pendekatan digunakan untuk menciptakan karya seni sesuai dengan imajinasi sang
seniman, dan pendekatan itu disebut aliran seni rupa.
Dalam perkembangan seni rupa Barat,
aliran “muncul tidak saja bertumbuhan secara bersama, tetapi juga
bersimpang-siur.Bahkan kadang-kadang bertentangan yang satu dengan yang
lainnya”. Dalam kondisi tertentu, satu aliran merupakan pengganti aliran lain,
penentang aliran lain, atau penerus aliran lainnya. Pada kenyataannya, di
dalam seni rupa Barat, muncul dan tenggelamnya aliran sejalan
dengan keadaan yang terjadi secara sosial. Reaksi terhadap kaum bangsawan yang
lebih suka kemewahan, misalnya, memunculkan aliran yang mengusung penggambaran
kondisi nyata di luar istana. Semua yang serba mewah, oleh seniman yang menentang
keberadaan kaum istana, dianggap tidak menggambarkan dan mewakili keadaan
sebenarnya. Sejalan dengan ciri masyarakat modern Barat pada saat aliran-aliran
itu mulai muncul, banyak seniman yang kemudian berganti-ganti aliran sesuai
dengan pola dasar pencarian yang tanpa henti. Pablo Picasso, misalnya, salah
seorang pelukis Barat terkenal, gaya lukisannya berulang kali berubah hingga
dia menenukan aliran yang paling mantap untuk ciri dirinya: aliran kubis
(cubisme). Di Indonesia, misalnya pelukis Affandi, pada periode melukis
tertentu dia menggunakan gaya naturalistis untuk melukis tokoh-tokoh yang dekat
dengannya, ibu misalnya. Tetapi kemudian Affandi berubah menjadi expressionist
seperti Oskar Kokoschka atau Vincent van Gogh. Sejarah seni rupa barat sebenarnya
merupakan urutan perkambangan yang sangat panjang, yaitu mulai dari zaman
yunani, romawi, abad pertengahan renainsance, barok, dan rokoko, sampai pada
zaman modern.
Dalam perkembangan seni rupa Barat,
aliran “muncul tidak saja bertumbuhan secara bersama, tetapi juga
bersimpang-siur.Bahkan kadang-kadang bertentangan yang satu dengan yang
lainnya”. Dalam kondisi tertentu, satu aliran merupakan pengganti aliran lain,
penentang aliran lain, atau penerus aliran lainnya. Karna banyaknya
pendapat tersebut aliran dalam seni rupa berubah-ubah
Beberapa
contoh aliran seni rupa :
· Naturalisme
· Ekspresionisme
· Impressionisme
· Realisme
· Kubisme
NATURALISME
“Dedham Vale” (John Constable)
Naturalisme
adalah aliran seni yang mengutamakan keakuratan dan kemiripan objek yang
dilukis agar tampak natural dan realistis seperti referensinya yang terdapat di
alam. Naturalisme adalah bentuk apresiasi Seniman pada keindahan alam.
Aliran
naturalisme adalah salah satu contoh bagaiman sebuah Aliran juga dapat
didefinisikan berabad-abad setelah pergerakan awalnya muncul. Karena meskipun
pergerakan naturalisme adalah wujud pengembangan dari realisme serta
melawan romantisisme, prototipnya sudah ada dari abad ke 17-an. Pada 1820-an,
bentuk awal Naturalisme sudah menjadi tren dominan dalam lukisan pemandangan,
sebagian besar karena pengaruh seniman Inggris John Constable.
Karya
ini dilukis pada masa mudanya dengan latar belakang politik dan perang di
negaranya sedang kisruh. Meskipun begitu lukisan ini telah menunjukkan
komitmennya terhadap pengamatan alam yang akurat dan jujur, tampak pada rincian
dari pepohonan dan langit sangat mendetail.
EKSPRESIONISME
(Edvard Munch) dengan lukisan ” The Scream”
Ekspresionisme
adalah aliran seni rupa yang menganggap bahwa seni merupakan sesuatu yang
keluar dari diri seniman, bukan dari peniruan alam dunia. Seniman memiliki ingatan
dan cara pandang tersendiri dari apa yang pernah dilihatnya di alam, lalu
diekspresikan pada karyanya. Seniman ekspresionis menghiraukan berbagai teknik
penciptaan formal untuk mendapatkan ekspresi yang lebih murni dan tanpa tekanan
dari kepentingan ekstrinsik Seni.
`Meskipun
begitu biasanya seorang ekspresionis tetap memiliki kemampuan teknis yang hebat
dan sensitibilitas tinggi terhadap issue-issue seni. Baik secara langsung
(mempelajarinya sendirI) maupun secara tidak langsung (terpengaruh dari
lingkungannya yang kaya akan khazanah sen)i. Hanya saja aliran ini memang
menentang teknik-teknik yang telah mapan sebelumnya dan memilih untuk
menggunakan formulanya sendiri, gejala yang biasa terjadi dalam proses
perkembangan seni.
Karya
Edvard Munch ini memliki makna yang cukup dalam, yaitu tentang menunjukkan
ekpresi ketidakstabilan mental dan rasa takut.
IMPRESIONISME
(Claude Monet) dengan lukisan “ Water Lilies”
Aliran
seni rupa Impresionisme adalah aliran yang mengusung keakuratan warna pada
pencahayaan objek yang dilukis berdasarkan teori proses terjadinya warna
melalui sapuan sapuan kuas kecil namun berwarna. Aliran impresionisme melukis
di alam terbuka dalam kurun waktu yang singkat, sehingga harus mengorbankan keakuratan
bentuk, namun sebagai imbalannya mereka dapat menangkap keakuratan cahaya yang
terjadi pada kurun waktu tertetu: pagi, siang, menjelang matahari terbit, dsb).
Karya
Ckaude Monet, pelukis aliran impresionisme ini, makna yang tersampaikan dalam
karya ini adalah memberikan nuansa mood yang berbeda.
REALISME
(Gustave Courbet) dengan lukisan “ A Burial at
Ornans”
Realisme
adalah aliran seni yang mengangkat peristiwa keseharian yang dialami oleh orang
kebanyakan. Istilah realisme pada aliran ini bukan merujuk pada tingkat
kemiripan atau keakuratan gambar lukisan dengan referensinya. Aliran yang
mengusung ide tersebut disebut Naturalisme. Tema dan wacana-nya yang
realistik, bukan gambarnya. Meskipun gambar yang realistis (naturalis tepatnya)
sejalan dengan ide penggambaran realistis yang ingin dicapai oleh pergerakan
ini.
Beberapa
ahli berpendapat bahwa realisme adalah gerakan seni modern yang pertama. Karena
realisme dinilai telah menolak bentuk tradisional seni dan lembaganya yang
dianggap sudah tidak relevan di era Revolusi Industri. Realisme muncul di era
distruptif, ditandai dengan revolusi industri yang melaju pesat dan
menghasilkan perubahan sosial yang luas.
Karya
ini menekankan bahwa kehidupan tidak abadi ( hari berganti sore ke malam dst).
Sementara tenggelamnya matahari menyimbolkan untuk transisi besar dari
ketidakabadian manusia menuju keabadian di alam sana.
KUBISME
Georges Braque) dengan lukisan “Bottle and
Fishes”
Kubisme
adalah aliran seni rupa yang memuat beberapa sudut pandang dari suatu objek
atau figur dalam satu gambar yang sama, sehingga menghasilkan lukisan yang
terfragmentasi dan terdeformasi. Aliran ini juga seakan memecah gambar melalui
penyederhanaan objek hingga menyerupai bentuk geometris. Suatu lukisan potret
dapat terdiri dari angle samping dan angle depan secara bersamaan sehingga
menghasilkan kejanggalan yang artistik.
Karya
ini menghasilkan citra yang lembut meskipun objek yang dilukis berantakan, gambar
tampak berfungsi sebagai satu-satunya jembatan ke gambar representatif dalam
dunia deformatif yang radikal.
Daftar
Pustaka :









