Translate

Tuesday, 9 June 2020


ALIRAN SENI RUPA

Aliran Seni Rupa. Seni rupa adalah cabang dari seni yang ditangkap oleh indera penglihatan dan perabaan. Dengan mencipatakan kesan estetika yang diperoleh melalui pengolahan terhadap titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan. Bermacam pendekatan digunakan untuk menciptakan karya seni sesuai dengan imajinasi sang seniman, dan pendekatan itu disebut aliran seni rupa.
Dalam perkembangan seni rupa Barat, aliran “muncul tidak saja bertumbuhan secara bersama, tetapi juga bersimpang-siur.Bahkan kadang-kadang bertentangan yang satu dengan yang lainnya”. Dalam kondisi tertentu, satu aliran merupakan pengganti aliran lain, penentang aliran lain, atau penerus aliran lainnya. Pada kenyataannya, di dalam seni rupa Barat, muncul dan tenggelamnya  aliran  sejalan dengan keadaan yang terjadi secara sosial. Reaksi terhadap kaum bangsawan yang lebih suka kemewahan, misalnya, memunculkan aliran yang mengusung penggambaran kondisi nyata di luar istana. Semua yang serba mewah, oleh seniman yang menentang keberadaan kaum istana, dianggap tidak menggambarkan dan mewakili keadaan sebenarnya. Sejalan dengan ciri masyarakat modern Barat pada saat aliran-aliran itu mulai muncul, banyak seniman yang kemudian berganti-ganti aliran sesuai dengan pola dasar pencarian yang tanpa henti. Pablo Picasso, misalnya, salah seorang pelukis Barat terkenal, gaya lukisannya berulang kali berubah hingga dia menenukan aliran yang paling mantap untuk ciri dirinya: aliran kubis (cubisme). Di Indonesia, misalnya pelukis Affandi, pada periode melukis tertentu dia menggunakan gaya naturalistis untuk melukis tokoh-tokoh yang dekat dengannya, ibu misalnya. Tetapi kemudian Affandi berubah menjadi expressionist seperti Oskar Kokoschka atau Vincent van Gogh. Sejarah seni rupa barat sebenarnya merupakan urutan perkambangan yang sangat panjang, yaitu mulai dari zaman yunani, romawi, abad pertengahan renainsance, barok, dan rokoko, sampai pada zaman modern.
Dalam perkembangan seni rupa Barat, aliran “muncul tidak saja bertumbuhan secara bersama, tetapi juga bersimpang-siur.Bahkan kadang-kadang bertentangan yang satu dengan yang lainnya”. Dalam kondisi tertentu, satu aliran merupakan pengganti aliran lain, penentang aliran lain, atau penerus aliran lainnya. Karna banyaknya pendapat tersebut aliran dalam seni rupa berubah-ubah
  
Beberapa contoh aliran seni rupa :
·     Naturalisme
·     Ekspresionisme
·     Impressionisme
·     Realisme
·     Kubisme

 NATURALISME


“Dedham Vale” (John Constable)
     Naturalisme adalah aliran seni yang mengutamakan keakuratan dan kemiripan objek yang dilukis agar tampak natural dan realistis seperti referensinya yang terdapat di alam. Naturalisme adalah bentuk apresiasi Seniman pada keindahan alam. 
     Aliran naturalisme adalah salah satu contoh bagaiman sebuah Aliran juga dapat didefinisikan berabad-abad setelah pergerakan awalnya muncul. Karena meskipun pergerakan naturalisme adalah wujud pengembangan dari realisme serta melawan romantisisme, prototipnya sudah ada dari abad ke 17-an. Pada 1820-an, bentuk awal Naturalisme sudah menjadi tren dominan dalam lukisan pemandangan, sebagian besar karena pengaruh seniman Inggris John Constable.
     Karya ini dilukis pada masa mudanya dengan latar belakang politik dan perang di negaranya sedang kisruh. Meskipun begitu lukisan ini telah menunjukkan komitmennya terhadap pengamatan alam yang akurat dan jujur, tampak pada rincian dari pepohonan dan langit sangat mendetail.


EKSPRESIONISME


(Edvard Munch) dengan lukisan ” The Scream”
     Ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menganggap bahwa seni merupakan sesuatu yang keluar dari diri seniman, bukan dari peniruan alam dunia. Seniman memiliki ingatan dan cara pandang tersendiri dari apa yang pernah dilihatnya di alam, lalu diekspresikan pada karyanya. Seniman ekspresionis menghiraukan berbagai teknik penciptaan formal untuk mendapatkan ekspresi yang lebih murni dan tanpa tekanan dari kepentingan ekstrinsik Seni.
     `Meskipun begitu biasanya seorang ekspresionis tetap memiliki kemampuan teknis yang hebat dan sensitibilitas tinggi terhadap issue-issue seni. Baik secara langsung (mempelajarinya sendirI) maupun secara tidak langsung (terpengaruh dari lingkungannya yang kaya akan khazanah sen)i. Hanya saja aliran ini memang menentang teknik-teknik yang telah mapan sebelumnya dan memilih untuk menggunakan formulanya sendiri, gejala yang biasa terjadi dalam proses perkembangan seni.
     Karya Edvard Munch ini memliki makna yang cukup dalam, yaitu tentang menunjukkan ekpresi ketidakstabilan mental dan rasa takut.

IMPRESIONISME


(Claude Monet) dengan lukisan “ Water Lilies”
   Aliran seni rupa Impresionisme adalah aliran yang mengusung keakuratan warna pada pencahayaan objek yang dilukis berdasarkan teori proses terjadinya warna melalui sapuan sapuan kuas kecil namun berwarna. Aliran impresionisme melukis di alam terbuka dalam kurun waktu yang singkat, sehingga harus mengorbankan keakuratan bentuk, namun sebagai imbalannya mereka dapat menangkap keakuratan cahaya yang terjadi pada kurun waktu tertetu: pagi, siang, menjelang matahari terbit, dsb).
      Karya Ckaude Monet, pelukis aliran impresionisme ini, makna yang tersampaikan dalam karya ini adalah memberikan nuansa mood yang berbeda.

REALISME


(Gustave Courbet) dengan lukisan “ A Burial at Ornans”
   Realisme adalah aliran seni yang mengangkat peristiwa keseharian yang dialami oleh orang kebanyakan. Istilah realisme pada aliran ini bukan merujuk pada tingkat kemiripan atau keakuratan gambar lukisan dengan referensinya. Aliran yang mengusung ide tersebut disebut Naturalisme. Tema dan wacana-nya yang realistik, bukan gambarnya. Meskipun gambar yang realistis (naturalis tepatnya) sejalan dengan ide penggambaran realistis yang ingin dicapai oleh pergerakan ini.
Beberapa ahli berpendapat bahwa realisme adalah gerakan seni modern yang pertama. Karena realisme dinilai telah menolak bentuk tradisional seni dan lembaganya yang dianggap sudah tidak relevan di era Revolusi Industri. Realisme muncul di era distruptif, ditandai dengan revolusi industri yang melaju pesat dan menghasilkan perubahan sosial yang luas.
     Karya ini menekankan bahwa kehidupan tidak abadi ( hari berganti sore ke malam dst). Sementara tenggelamnya matahari menyimbolkan untuk transisi besar dari ketidakabadian manusia menuju keabadian di alam sana.

KUBISME


Georges Braque) dengan lukisan “Bottle and Fishes”
      Kubisme adalah aliran seni rupa yang memuat beberapa sudut pandang dari suatu objek atau figur dalam satu gambar yang sama, sehingga menghasilkan lukisan yang terfragmentasi dan terdeformasi. Aliran ini juga seakan memecah gambar melalui penyederhanaan objek hingga menyerupai bentuk geometris. Suatu lukisan potret dapat terdiri dari angle samping dan angle depan secara bersamaan sehingga menghasilkan kejanggalan yang artistik.
    Karya ini menghasilkan citra yang lembut meskipun objek yang dilukis berantakan, gambar tampak berfungsi sebagai satu-satunya jembatan ke gambar representatif dalam dunia deformatif yang radikal.



Daftar Pustaka :



Thursday, 4 June 2020


BENDA BUDAYA DISEKITAR

1.      Lampu Hias
      




Nama Benda                : Lampu Hias

Ukuran                         : Diameter : 22cm, Timggi : 35cm
           
Bahan                          : Bambu rangka besi 

Fungsi                         : Menerangi ruangan dan sebagai hiasan

Tempat Ditemukan     : Di ruang tamu

Nilai Estetis atau Fungsional :

Estetika dari benda ini yakni bentuk dari ikatan-ikatan bambu yang menutupi lampu sehingga memberikan kesan yang estetis. Sedangkan, benda ini juga memiliki fungsi sebagai salah satu sumber penerangan tambahan.

   
2.  Hiasan dinding dari Kristik


Nama Benda                : Hiasan dinding dari Kristik

Ukuran                         : 26cm x 31cm
  
Bahan                          : Kristik 

Fungsi                         : Sebagai hiasan dinding

Tempat Ditemukan     : Di kamar tidur

Nilai Estetis atau Fungsional :
Estetika dari benda ini yakni dari jenis yang digunakan yakni seni kristik/menyulam dengan menggunakan benang wol, selain itu jenis pajangan ini juga terbilang awet dan warnanya tidak cepat berubah selama tidak terpapar matahari secara langsung.


3.  Cermin hias


Nama Benda               : Cermin hias motif matahari

Ukuran                        : Berdiameter 50cm
  
Bahan                          : Kaca 

Fungsi                         : Sebagai hiasan dinding dan bercermin

Tempat Ditemukan     : Di kamar tidur

Nilai Estetis atau Fungsional :
Estetika dari benda ini yakni dari bentuk ornamen yang menerupai matahari dan kaca ini diwarnai secara manual sebelum ditata dengan sedemikian rupa. Dan seperti yang kita tahu benda ini juga bisa digunakan untuk bercermin dan memberikan kesan ruangan lebih luas.







4.   Lukisan Pohon Pointilis


Nama Benda               : Lukisan pohon pointilis

Ukuran                        : 50cm x 40cm
  
Bahan                          : Tinta Akrilik 

Fungsi                         : Sebagai hiasan dinding

Tempat Ditemukan     : Di kamar tidur

Nilai Estetis atau Fungsional :
Estetika dari benda ini yakni dari teknik lukis yang digunakan yakni Pointilis. Dan dengan style yang sederhana namun penuh warna memberikan kesan menarik.



5.     Wadah Pernak-Pernik Kayu

Nama Benda               : wadah Pernak-Pernik Kayu

Ukuran                        : Berdiameter 10cm, Tinggi 20cm
  
Bahan                          : Kristik 

Fungsi                         : Sebagai wadah pernak –pernik kecil

Tempat Ditemukan     : Di atas kulkas

Nilai Estetis atau Fungsional :
Estetika dari benda ini yakni memiliki ukiran bunga di sekelilingnya dan merupakan produk sepasang(ada 2) jadi memberikan kesan estetis jika ditempatkan ditempat yang tepat. Benda ini juga memiliiki fungsi sebagai wadah penyimpanan pernak-pernik kecil.