Translate

Tuesday, 30 October 2018

Ilmu Mawaris

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah .SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan artikel ini. Dan tak lupa kita haturkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang benar ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT.
Kata mawaris berasal dari kata waris atau Al-miirats, waritsa yang berarti berpindahnya sesuatu yakni harta yang berupa materi dari seseorang yang disebut sebagai pewaris kepada orang lain yang disebut sebagai ahli waris. Ilmu yang mempelajari hal-hal yang menyangkut waris disebut dengan ilmu mawaris atau dikenal juga dengan istilah fara’id (baca hukum menuntut ilmu). Kata fara’id atau dalam bahasa arab, mafrud’ah, adalah bagian pada harta peninggalan yang telah ditentukan kadarnya. sedangkan secara istilah mawaris atau Warisan  diartikan sebagai perpindahan harta atau kepemilikan suatu benda dari orang meninggal dunia atau pewaris kepada ahli warisnya yang masih hidup.

Harta warisan atau harta peninggalan dalam ilmu mawaris dikenal dengan sebutan tirkah yang artinya peninggalan. Tirkah diartikan sebagai sesuatu atau harta yang berupa materi  ditinggalkan oleh pewaris atau orang yang meninggal, dan pembagiannya harus sesuai dengan syariat Islam.

Dasar Hukum Mawaris
Hukum mawaris mengatur hal-hal yang menyangkut harta peninggalan (warisan) yang ditinggalkan oleh ahli waris atau orang yang meninggal. Ilmu mawaris dalam islam mengatur peralihan harta peninggalan dari pewaris kepada nasabnya atau ahli warisnya yang masih hidup. Adapun dasar-dasar hukum yang mengatur ilmu mawaris adalah sebagai berikut:

لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًا مَفْرُوضًا

“Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan”. (QS. An-nisa (4): 7)

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anakanakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, Maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, Maka ia memperoleh separo harta. dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak;n jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), Maka ibunya mendapat sepertiga; jika yangmeninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”.(QS. An-nisa (4): 11)

Rukun Dan Syarat Waris
Adapun rukun dan syarat yang harus ada dalam ilmu mawaris ada 3 hal utama yaitu:

1. Al-Muwaris (pewaris)
Orang yang memiliki harta warisan yang telah meninggal dunia dan mewariskannya kepada ahli warisnya. Syaratnya adalah al-muwaris benar-benar telah dinyatakan meninggal baik secara hukum maupun medis.
2. Al-Waris (Ahli Waris)
Al waris atau ahli waris adalah orang yang dinyatakan memiliki hubungan nasab atau kekerabatan yang merupakan hubungan darah, hubungan akibat perkawinan, atau akibat memerdekakan budak atau hamba sahayanya. Syarat, ahli waris adalah ia dalam keadaan hidup pada saat al-muwaris Atau orang yang memiliki harta waris meninggal dunia.
Termasuk dalam hal ini adalah bayi yang masih berada dalam kandungan meskipun ia masih menyerupai janin dan ia terkait nasab dengan al mawaris. Baik pria dan wanita memiliki hak untuk memperoleh harta warisan. (baca kedudukan wanita dan peran wanita dalam islam)
3. Tirkah
Tirkah adalah harta atau hak yang berpindah dari al muwaris atau pewaris kepada ahli warisnya. Harta tersebut dapat dikatakan tirkah apabila harta peninggalan almuwaris yang  telah dikurangi biaya perawatan, pengurusan jenazah, hutang dan wasiat yang sesuai syariat agama islam untuk selanjutnya diberikan kepada ahli waris (baca keutamaan bersedekah). Dari pengertian tersebut maka dapat diketahui perbedaan harta peninggalan dengan harta warisan. Harta peninggalan adalah semua materi yang ditinggalkan oleh pewaris yang telah meninggal dunia secara keseluruhan sedangkan harta waris atau tirkah adalah harta peninggalan yang sesuai syara berhak diberikan kepada ahli waris setelah dikurangi hak orang lain di dalamnya.
Begitulah sedikit banyaknya mengenai “Ilmu Mawaris” yang bisa saya jelaskan dan paparkan kepada pembaca sekalian. Semoga apa yang saya jelaskan tadi bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saya ucapkan terimakasih karena telah berkunjung ke Blog saya.  Akhir kata saya tutup dengan Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

daftar pustaka :
https://dalamislam.com/dasar-islam/mawaris-dalam-islam

Wednesday, 17 October 2018


MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL

Assalamu’alaikum Wr. Wb.  
Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah .SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan artikel ini. Dan tak lupa kita haturkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang benar ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT. 

Manusia tidak akan lepas dari pengaruh masyarakat, dirumah, disekolah, dan dilingkungan yang lebih besar manusia tidak akan lepas dari pengaruh orang lain. Oleh karena itu manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, yaitu makhluk yang didalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain atau memerlukan interaksi dengan orang lain.

Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.


Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
1. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
2. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
3. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
4. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

Dalam hal pergaulan hidup bermasyarakat, Islam  banyak sekali memberikan petunjuk, tuntunan, bimbingan dalam menciptakan suasana kehidupan yang aman, tentram, bahagia, damai dan sejahtera. Untuk ini antara lain Islam melarang adanya perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan kerugian baik bagi dirinya sendiri, lebih-lebih bagi kerugian orang lain. Nabi Muhammad .SAW pernah bersabda : Tidak boleh mendatangkan kerugian (bagi yang lain) dan tidak boleh membuat kerugian (bagi dirinya sendiri). (HR. Ibnu Majah).

Hidup menurut konsep islam bukan hanya kehidupan duniawi semata, tetapi berkelanjutan sampai pada kehidupan ukhrowi (alam akherta).  Dan apa yang kita lakukan selama di dunia, maka itulah yang akan kita petik di akherat nanti.
Hidup di dunia ini merupakan terminal dari perjalanan kehidupan manusia yang panjang, mulai dari alam arwah, alam arham, alam dunia, alam barzakh dan berakhir di alam akherat. Dan untuk bisa berakhir dengan happy ending salah satunya adalah dengan mendapat ridho dari Allah SWT. Dan inilah yang menjadi tujuan hidup manusia yaitu mencari ridho Allah SWT. yang direalisasikan dalam bentuk perjuangan menjalankan tugas dan fungsi gandanya tersebut.

Begitulah sedikit banyaknya mengenai “Manusia Sebagai Mahkluk Sosial” yang bisa saya jelaskan dan paparkan kepada pembaca sekalian. Semoga apa yang saya jelaskan tadi bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saya ucapkan terimakasih karena telah berkunjung ke Blog saya.  Akhir kata saya tutup dengan Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



Manusia Sebagai Makhluk Otonom(Individu)


Assalamu’alaikum Wr. Wb.  
Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah .SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan artikel ini. Dan tak lupa kita haturkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang benar ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT. 

Sebagai mahkluk otonom, manusia mempunyai kebebasan untuk menentukan sikap, dengan kata lain, ia adalah mahkluk yang mandiri. Secara etimologi, otonom berasal dari bahasa Yunani “autos” yang artinya sendiri, dan “nomos” yang berarti hukum atau aturan, jadi pengertian otonomi adalah pengundangan sendiri. Otonom berarti berdiri sendiri atau mandiri. Jadi setiap orang memiliki hak dan kekuasaan menentukan arah tindakannya sendiri. Ia harus dapat menjadi tuan atas diri. Berbicara mengenai manusia bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana, karena manusia banyak memiliki keunikan. Keunikan tersebut dinyatakan sebagai kodrat manusia

Dalam kebebasan ini Allah tidak menyia-nyiakan kesempatan kepada makhluknya, Allah menyediakan banyak hal yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup. artinya adalah Allah adil menyiapkan manusia dan makhluk yang lain diberikan nikmat hidup dan dilengkapi sarana dan prasarana dalam menjalani kehidupannya. contohnya adalah udara secara gratis dibandingkan dengan anda saat dirumah sakit maka anda harus membayar udara yang dipasangkan kepada anda. sementara ketika kita sehat allah telah menyediakan udara yang bebas dari polusi untuk biaya hidup kita secara gratis. contoh lainnya adalah air, air pada awalnya itu gratis namun karna ulah manusia itu sendiri yang membuat air tercemar dan harus membayar untuk itu, manusia melakukan kegiatan yang meruntungkan dirinya sendiri karena makhluk sendiri karena sebagai makhluk otonom.

Juga ada beberapa nikmat yang diberikan Allah yaitu :

1. Nikmat Fitriyah.
            Nikmat Fitriyah adalah nikmat yang ada pada diri kita atau personal kita. Misal: Allah memberikan kita hidup ini, tangan, kaki, wajah yang menawan, mata, telinga dan anggota tubuh yang lain. Ini wajib kita syukuri. Dan janganlah angkuh seandainya kita diberikan rupa yang menarik. Syukurilah bahwa itu nikat yang diberikan oleh Allah semata-mata untuk hak-hal kebaikan.


      2. Nikmat Ikhtiyariyah.
            Nikmat ini berupa nikmat yang kita peroleh atas usaha kita. Misalnya: Harta yang banyak, Kedudukan yang tinggi, Ilmu yang banyak, Pengaruh yang besar, Posisi, Jabatan, Tanah, Mobil dan lain-lain yang kita peroleh atas usaha kita. Nikmat ini harus kita syukuri. Sedekahkan harta yang kita miliki dan pergunakan ke jalan yang diridhoi Allah. Jika menjadi pemimpin dengan jabatan yang tinggi, jangan kita salah gunakan jabatan tersebut, karena itu semua akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

3. Nikmat Alamah.
            Nikmat alam sekitar kita. Kita tidak bisa hidup jika Allah tidak memberikan nikmat alamiah ini. Misalnya: Air, Udara, Tanah dan lain-lain. Mari kita syukuri semua ini dengan menjaga alam ini dari kerusakan. Menjaga udara dari pencemaran, banyak-banyak menanam pohon dan lain-lain.

4. Nikmat Diiniyah.
            Nikmat Diiniyah adalah nikmat Agama Islam. Nikmat Iman. Bayangkan jika kita terlahir bukan dari rahim seorang muslimah? Mungkin saat ini kita menjadi kafir. Maka syukurilah nikmat-nikmat diin yang diberikan Allah kepada kita dengan menjalankan perintah-perintah agama serta menjauhi larangan Allah SWT.

5. Nikmat Ukhrowiyah.
            Nikmat Ukhrowi adalah nikmat akhirat. Nikamt inilah yang akan kita petik nanti jika telah dihisab di yaumil mahsyar. Nikmat ini tergantung dari apa yang kita perbuat didunia ini. Jika semua nikmat diatas telah kita terima dan kita syukuri dengan baik, maka nikmat ukhrowi ini yang akan kita dapatkan dan rasakan jika nanti sudah di alam akhirat.

Begitulah sedikit banyaknya mengenai “Manusia Sebagai Mahkluk Otonom” yang bisa saya jelaskan dan paparkan kepada pembaca sekalian. Semoga apa yang saya jelaskan tadi bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saya ucapkan terimakasih karena telah berkunjung ke Blog saya.  Akhir kata saya tutup dengan Wassalamu’alaikum Wr. Wb


Ibadah Mahdah
Assalamu’alaikum Wr. Wb.  
Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah .SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan artikel ini. Dan tak lupa kita haturkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang benar ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT. 

Ibadah mahdhah atau ibadah khusus ialah ibadah yang apa saja yang telah ditetpkan Allah akan tingkat, tata cara dan perincian-perinciannya. Jenis ibadah yang termasuk mahdhah, adalah :
a)  Wudhu,
b)  Tayammum
c)  Mandi hadats
d)  Shalat
e)  Shiyam ( Puasa )
f)  Haji
g) Umrah

Ibadah Mahdhah, “Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang nampak (lahir). Maka shalat, zakat, puasa, haji, berbicara jujur, menunaikan amanah, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan, menepati janji, memerintahkan yang ma’ruf, melarang dari yang munkar, berjihad melawan orang-orang kafir dan munafiq, berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil (orang yang kehabisan bekal di perjalanan), berbuat baik kepada orang atau hewan yang dijadikan sebagai pekerja, memanjatkan do’a, berdzikir, membaca Al Qur’an dan lain sebagainya adalah termasuk bagian dari ibadah. 
Ibadah mahdah itu sendiri keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintahbaik dari al-Quran maupun al- Sunnah, jadi merupakan otoritas wahyu, tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya. Tatacaranya harussesuai dengan ajaran Rasulullah saw. Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal) karna ibadah ini tidak bisa diukur dengan logika. Azasnya “taat”, yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah kepadanya, semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba, bukan untuk Allah, dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuh
Begitulah sedikit banyaknya mengenai “Ibadah Mahdah” yang bisa saya jelaskan dan paparkan kepada pembaca sekalian. Semoga apa yang saya jelaskan tadi bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saya ucapkan terimakasih karena telah berkunjung ke Blog saya.  Akhir kata saya tutup dengan Wassalamu’alaikum Wr. Wb


MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK IBADAH

Assalamu’alaikum Wr. Wb.  
Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah .SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan artikel ini. Dan tak lupa kita haturkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang benar ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT. 

Menurut bahasa hakikat berarti kebenaran atau sesuatu yang sebenar-benarnya atau asal segala sesuatu. Dapat juga dikatakan hakikat itu adalah inti dari segala sesuatu atau yang menjadi jiwa sesuatu. Sedangkan manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan. Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah di muka dumi ini.

 “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku”
(QS: adz-Dzariyat;56)
Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah dan patuh dengan perintah-Nya. Sudah dijelaskan oleh Allah didalam firmannya bahwa kita sebagai makhluk ciptaan-Nya harus beribadah kepadanya karena Allah .Swt adalah yang menciptakan kita dan seluruh hal di muka bumi bahkan semesta ini. Jadi kita harus beribadah kepadanya, menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangan-Nya.
            Status dasar manusia adalah sebagai khalifah. Jika khalifah diartikan sebagai penerus ajaran Tuhan maka peran yang dilakukan adalah penerus pelaku ajaran Tuhan dan sekaligus menjadi pelopor membudayakan ajaran Tuhan. Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang ditetapkan oleh Tuhan di antaranya adalah belajar, mengajarkan ilmu, dan membudayakan ilmu. Oleh karena itu semua yang dilakukan harus untuk kebersamaan sesama umat manusia dan Tuhan, serta pertanggungjawabannya pada 3 instansi yaitu pada diri sendiri, pada masyarakat, pada Tuhan semesta alam.

Begitulah sedikit banyaknya mengenai “Manusia Sebagai Mahkluk Ibadah” yang bisa saya jelaskan dan paparkan kepada pembaca sekalian. Semoga apa yang saya jelaskan tadi bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saya ucapkan terimakasih karena telah berkunjung ke Blog saya.  Akhir kata saya tutup dengan Wassalamu’alaikum Wr. Wb


Manusia Sebagai Mahkluk Allah

              Assalamu’alaikum Wr. Wb.  

Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah .SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan artikel ini. Dan tak lupa kita haturkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang benar ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT. 

Allah mengatakan bahwa manusia itu diciptakan dalam keadaan sebaik-baiknya. 

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,"

    Allah mengatakan sendiri dalam Surah At-Tin Ayat 4 menerangkan bahwa manusia itu diciptakan oleh allah sendiri dalam keadaan sebaik-baiknya keadaan. namun bagaimana dengan kondisi orang-orang yang "Tidak baik" ketika lahir ? Pertanyaan ini sudah dijelaskan di surah Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi : 


Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,"


Allah tidak menciptakan seseorang dalam keadaan yang buruk, namun itu sebagai ujian untuknya dari Allah, Dan allah selalu memberi kebaikan yang setimpal yaitu berupa kelebihan yang tak dimiliki orang lain, karena apa ? karena Allah tidak memberi suatu ujian, atau cobaan yang tidak sanggup dipikul oleh manusia. Artinya adalah Allah tidak pernah sekali-kali memberi cobaan kepada  manusia diluar kemampuan manusia itu, kita bisa melihatnya dari kisah hidup kita sendiri, Semua masalah pasti teratasi satu persatu entah dalam jangka waktu yang singkat atau yang lama. Dan jika seseorang mendapat kelahiran yang kurang baik itu juga merupakan ujian bagi kedua orangtuanya, kondisi anak yang terlahir tidak baik bisa dikarenakan perbuatan yang disadari maupun yang tidak disadari oleh orangtuanya, terutama bagi ibu yang sedang hamil harus menjaga perbuatan dan perkataannya selama mengandung anaknya.

      Berikut adalah beberapa ayat-ayat Al-qur’an yang menyatakan mengenai tugas manusia di muka bumi :

·     Al Baqarah
21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmudan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi
30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Merekaberkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yangakan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasabertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman:“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

·     Al An’aam
165. Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa dibumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapaderajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. SesungguhnyaTuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi MahaPenyayang.

·     Al A’raaf
129. Kaum Musa berkata: “Kami telah ditindas (oleh Fir’aun)sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang[556].Musa menjawab: “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamukhalifah di bumi(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.
[556].Mereka mengeluh kepada Musa a.s. bahwa nasib mereka sama saja; baik sebelumkedatangan Musa a.s. untuk menyeru mereka kepada agama Allah dan melepaskanmereka dari perbudakan Fir’aun, maupun sesudahnya. Ini menunjukkan kekerdilanjiwa dan kelemahan daya juang pada mereka.
[557].Maksudnya: Allah akan membalas perbuatanmu, yang baik dibalas dengan yang baik,dan yang buruk dibalas dengan yang buruk.

·     Huud
Kisah Nabi Shaleh a.s.
61. Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh.Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimuTuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikankamu pemakmurnya[726], karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlahkepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan(doa hamba-Nya).”
[726].Maksudnya: manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkandunia.

·     Al Mu’minuun
Tuhan menciptakan manusia bukanlah dengan percuma
115. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kamimenciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akandikembalikan kepada Kami?
·     An Nuur
55. Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang berimandi antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguhakan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikanorang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagimereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akanmenukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun denganAku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulahorang-orang yang fasik.

Begitulah sedikit banyaknya mengenai “Manusia Sebagai Mahkluk Allah” yang bisa saya jelaskan dan paparkan kepada pembaca sekalian. Semoga apa yang saya jelaskan tadi bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saya ucapkan terimakasih karena telah berkunjung ke Blog saya.  Akhir kata saya tutup dengan Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Daftar Pustaka :
http://musthofakhairulanamz1.blogspot.com/
http://ismanya.blogspot.com/