Translate

Wednesday, 12 September 2018


KEBENARAN dan KEBETULAN

            Assalamu’alaikum Wr. Wb.  
Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah .SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan artikel ini. Dan tak lupa kita haturkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang benar ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT. 
Benar, betul, adalah dua kata yang memiliki arti dan maksud yang sama. Namun, ketika kita menambahkan awalan “ke” dan akhiran “an”, mengapa kedua kata tadi menjadi berbeda?. Itulah yang akan saya bahas pada hari ini.
            Jika kita ingin membicarakan mengenai kebetulan dan kebenaran, pertama kita harus tau apa itu kebenaran dan apa itu kebetulan. Kebenaran, kebenaran adalah persesuaian antara pengetahuan dan objek bisa juga diartikan suatu pendapat atau perbuatan seseorang yang sesuai dengan (atau tidak ditolak oleh) orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Dan kebetulan adalah suatu kejadian yang tidak disegaja, tidak diduga dan tidak direncanakan kejadiannya. Dari sini akan muncul berbagai reaksi/respon individu, karena kebetulan itu sendiri adalah aksi/stimulus mono yang menghasilkan multiple respon. Suatu proses kebetulan (stimulus) yang sama akan menghasilkan respon yang berbeda pada tiap-tiap individu. Bahkan pada individu yang sama, ruang dan waktu (faktor environments) turut mempengaruhi respon yang dihasilkan.
            Kita harus lebih dahulu mengerti dan memahami bahwa, meskipun kebenaran sifatnya lebih sahih, logis, terbukti, terukur dengan jelas, bukan berarti bahwa kebetulan selalu salah. Kebenaran adalah sesuatu yang sudah ada atau memang sudah ditetapkan oleh allah .swt dan kebenaran itu memang benar-benar nyata, karena kebenaran itu sendiri sudah allah yang menetapkannya dan kebenran ini tidak dapat di tambah atau dirubah dari aslinya. Tetapi beda dengan kebetulan yang datangnya dari suatu ke-tidak sengajaan yang terjadi akibat perbuatan manusia itu sendiri. Kebetulan ini sangatlah beda dengan kebenaran,yang mana dari keduanya memiliki sumber yang berbeda. ada juga kebenaran yang salah seperti kebenaran teori darwin yang menyebutkan bahwa manusia itu keturunan atau evolusi dari kera “KATANYA”. Dalam hal ini, bagi mereka  yang menyebut dirinya umat islam tidak boleh percaya begitu saja karena kebenaran manusian itu keturunan dari nabi adam dan siti hawa.
            Mungkin sebagian orang bahkan banyak orang beranggapan bahwa kebenaran dan kebetulan itu sama. Namun, perlu diketahui bahwa sebenarnya kebenaran dan kebetulan memiliki pengertian yang berbeda. Makna Kebenaran atau AL-HAQ secara etimologi Lafadz "Hak" memiliki beberapa arti yang berarti ketetapan dan kepastian. Kebenaran yang terkait oleh suatu norma yang telah di atur, hal yang bisa diukur atau distandarisasi. Sedangkan, kebetulan tidak bisa ukur atau distandarisasi karena suatu kebetulan merupakan suatu hal yang terjadi tanpa kita ketahui sebelumnya bahwa itu akan terjadinya. Bicara tentang kebenaran, kebenaran ada yang bersifat mutlak yang datangnya dari Allah SWT. Akan tetapi , untuk orang lain (non muslim) kebenaran dalam kondisi tertentu memang ada yang bersifat mutlak bukan dari tuhan. Artinya mereka menganggap kebenaran itu sebagai suatu hal yang memang ada seperti hukum alam. Kebenaran yang ada diilmu pengetahuan sifatnya masih sementara sebelum ada atau ditemukan bukti baru. Artinya mereka-mereka yang belum yakin terhadap kebenaran yang datangnya dari Allah akan membuktikannya terlebih dahulu sebelum mereka benar-benar mempercayainya. 
     Sebagai contoh kebenaran yang terkait dengan kehidupan manusia tentang teori evolusi manusia yang menuai kontroversi yang berawal dari teori evolusi Darwin yang menjelaskan bahwa manusia awalnya menyerupai kera bahkan sama dengan kera. Namun, sebagai umat Islam tidak boleh percaya dengan teori tersebut karena jika kita pikir lebih lanjut bahwa di Al-Qur’an telah dijelaskan di Surat Al Hijr (Qs 15). Manusia diciptakan Allah Swt. dari lumpur hitam yang diberi bentuk dan diberi ruh. Bukannya berasal dari kera yang berevolusi. 
     “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Qs 15:28-29)  

     Perkembangan berikutnya bisa dilihat di Surat An Nisaa’ (Qs 4). Dari diri nabi Adam lalu diciptakan isterinya, kemudian mereka berkembang biak sampai banyak. Dan sampai sekarang tidak berubah. Tidak ada evolusi genetika. 
     “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Qs 4:1) 
     Dan terakhir kebenaran ilmiah mengenai penciptaan manusia di surah At-Tin 95:04 Allah berfirman 
“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. 95:04) 
    Sudah jelas dalam Al-Qur’an bahwa Allah menciptakan manusia sudah dalam bentuk yang sebaik-baiknya jadi manusia itu tidak sama dengan kera dan hewan yang lainnya. 
Begitulah sedikit banyaknya mengenai “Kebenaran dan Kebetulan” yang bisa saya jelaskan dan paparkan kepada pembaca sekalian. Semoga apa yang saya jelaskan tadi bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saya ucapkan terimakasih karena telah berkunjung ke Blog saya.  Akhir kata saya tutup dengan Wassalamu’alaikum Wr. Wb


DAFTAR PUSTAKA