KEBENARAN dan KEBETULAN
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur
kehadirat Allah .SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa
menyelesaikan artikel ini. Dan tak lupa kita haturkan shalawat dan salam atas
junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang benar ke
jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT.
Benar, betul, adalah
dua kata yang memiliki arti dan maksud yang sama. Namun, ketika kita
menambahkan awalan “ke” dan akhiran “an”, mengapa kedua kata tadi menjadi
berbeda?. Itulah yang akan saya bahas pada hari ini.
Jika
kita ingin membicarakan mengenai kebetulan dan kebenaran, pertama kita harus
tau apa itu kebenaran dan apa itu kebetulan. Kebenaran, kebenaran adalah persesuaian antara pengetahuan dan objek bisa
juga diartikan suatu pendapat atau perbuatan seseorang yang sesuai dengan (atau
tidak ditolak oleh) orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Dan kebetulan adalah suatu kejadian
yang tidak disegaja, tidak diduga dan tidak direncanakan kejadiannya. Dari sini
akan muncul berbagai reaksi/respon individu, karena kebetulan itu sendiri
adalah aksi/stimulus mono yang menghasilkan multiple respon. Suatu proses
kebetulan (stimulus) yang sama akan menghasilkan respon yang berbeda pada
tiap-tiap individu. Bahkan pada individu yang sama, ruang dan waktu (faktor environments) turut mempengaruhi respon yang dihasilkan.
Kita harus lebih dahulu
mengerti dan memahami bahwa, meskipun kebenaran sifatnya lebih sahih, logis,
terbukti, terukur dengan jelas, bukan berarti bahwa kebetulan selalu salah. Kebenaran
adalah sesuatu yang sudah ada atau memang sudah ditetapkan oleh allah .swt dan
kebenaran itu memang benar-benar nyata, karena kebenaran itu sendiri sudah
allah yang menetapkannya dan kebenran ini tidak dapat di tambah atau dirubah
dari aslinya. Tetapi beda dengan kebetulan yang datangnya dari suatu ke-tidak
sengajaan yang terjadi akibat perbuatan manusia itu sendiri. Kebetulan ini
sangatlah beda dengan kebenaran,yang mana dari keduanya memiliki sumber yang
berbeda. ada juga kebenaran yang salah seperti kebenaran teori darwin yang
menyebutkan bahwa manusia itu keturunan atau evolusi dari kera “KATANYA”. Dalam
hal ini, bagi mereka yang menyebut
dirinya umat islam tidak boleh percaya begitu saja karena kebenaran manusian
itu keturunan dari nabi adam dan siti hawa.
Mungkin sebagian orang bahkan banyak
orang beranggapan bahwa kebenaran dan kebetulan itu sama. Namun, perlu
diketahui bahwa sebenarnya kebenaran dan kebetulan memiliki pengertian yang
berbeda. Makna Kebenaran atau AL-HAQ secara etimologi Lafadz "Hak"
memiliki beberapa arti yang berarti ketetapan dan kepastian. Kebenaran yang
terkait oleh suatu norma yang telah di atur, hal yang bisa diukur atau
distandarisasi. Sedangkan, kebetulan tidak bisa ukur atau distandarisasi karena
suatu kebetulan merupakan suatu hal yang terjadi tanpa kita ketahui sebelumnya
bahwa itu akan terjadinya. Bicara tentang kebenaran, kebenaran ada yang
bersifat mutlak yang datangnya dari Allah SWT. Akan tetapi , untuk orang lain
(non muslim) kebenaran dalam kondisi tertentu memang ada yang bersifat mutlak
bukan dari tuhan. Artinya mereka menganggap kebenaran itu sebagai suatu hal
yang memang ada seperti hukum alam. Kebenaran yang ada diilmu pengetahuan sifatnya masih
sementara sebelum ada atau ditemukan bukti baru. Artinya mereka-mereka yang
belum yakin terhadap kebenaran yang datangnya dari Allah
akan membuktikannya terlebih dahulu sebelum mereka benar-benar
mempercayainya.
Sebagai contoh kebenaran yang terkait dengan kehidupan manusia tentang teori
evolusi manusia yang menuai kontroversi yang berawal dari teori evolusi Darwin
yang menjelaskan bahwa manusia awalnya menyerupai kera bahkan sama dengan kera.
Namun, sebagai umat Islam tidak boleh percaya dengan teori tersebut karena jika
kita pikir lebih lanjut bahwa di Al-Qur’an telah dijelaskan di Surat Al Hijr
(Qs 15). Manusia diciptakan Allah Swt. dari lumpur hitam yang diberi bentuk dan
diberi ruh. Bukannya berasal dari kera yang berevolusi.
“Dan
(ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku
akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari
lumpur hitam yang diberi bentuk, Maka apabila Aku telah menyempurnakan
kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah
kamu kepadanya dengan bersujud.” (Qs 15:28-29)
Perkembangan berikutnya bisa dilihat di Surat An Nisaa’ (Qs 4). Dari diri nabi
Adam lalu diciptakan isterinya, kemudian mereka berkembang biak sampai banyak.
Dan sampai sekarang tidak berubah. Tidak ada evolusi genetika.
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu
dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada
keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan
bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling
meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya
Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Qs 4:1)
Dan terakhir kebenaran ilmiah mengenai penciptaan manusia di surah At-Tin 95:04
Allah berfirman
“sesungguhnya
Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. 95:04)
Sudah jelas dalam Al-Qur’an bahwa Allah menciptakan manusia sudah dalam bentuk
yang sebaik-baiknya jadi manusia itu tidak sama dengan kera dan hewan yang
lainnya.
Begitulah sedikit banyaknya mengenai “Kebenaran dan
Kebetulan” yang bisa saya jelaskan dan paparkan kepada pembaca sekalian. Semoga
apa yang saya jelaskan tadi bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saya
ucapkan terimakasih karena telah berkunjung ke Blog saya. Akhir kata saya
tutup dengan Wassalamu’alaikum Wr. Wb
DAFTAR
PUSTAKA
No comments:
Post a Comment