MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SIYASAH
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Pertama-tama mari kita panjatkan puji
syukur kehadirat Allah .SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa
menyelesaikan artikel ini. Dan tak lupa kita haturkan shalawat dan salam atas
junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang benar ke
jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT.
Pengertian Manusia
Sebagai Makhluk Siyasah.
Siyasah secara emitologis berasal dari bentuk
masdar dari sasa yasusu yang artinya "mengatur, mengurus,
memimpin dan memperintah". di samping itu juga berarti "politik dan
penetapan suatu bentuk kebijakan". pada kata sasa memiliki sinonim Dabbara
(mengatur), to lead (memimpin), to govern (memerintah) dan policy of government
(kebijakan pemerintah). Devinisi yang di kemukakan oleh beberapa tokoh yaitu:
-Ibnu Mansur (ahli bahasa di mesir) menyebutkan
siyasah yaitu mengatur sesuatu dengan cara membawa kemaslahatan.
-Abdurrahman menyebutkan bahwa siyasah merupakan
hukum dan kebijaksanaan yang mengatur berbagai urusan umat atau masyarakat yang
berkaitan dengan pemerintah hukum dan peradilan, lembaga pelaksanaan dan
administrasi, begitu pula yang berkaitan dengan hubungan luar negeri.
Jika yang dimaksud dengan siyasah ialah mengatur
segenap urusan ummat, maka islam sangat menekankan pentingnya siyasah. Bahkan,
islam sangat mencela orang-orang yang tidak mau tahu terhadap urusan ummat.
akan tetapi jika siyasah diartikan sebagai orientasi kekuasaan, maka
sesungguhnya islam memandang kekuasaan hanya sebagai sarana menyempurnakan
pengabdian kepada Allah. Tetapi, islam juga tidak pernah melepaskan diri dari
masalah kekuasaan.
Tujuan
Dari Pada Siyasah.
Tujuan dari pada siyasah yaitu menata kehidupan
manusia di dunia untuk di jadikan bekal bagi kehidupan yang selanjutnya
(akhirat). Karena islam memandang kehidupan manusia di dunia sebagai ladang
bagi kehidupan akhirat sehingga hidup ini memerlukan konsep yang benar dan
sesuai dengan aturan-aturan yang Allah tetapkan melalui Kitab dan RosulNya agar
menghasilkan kehidupan yang damai dan harmonis antara satu degan yang lainnya,
karena manusia pasti memiliki keinginan hidup dengan orang lain secara damai
dengan seluruh bangsa yang ada di dunia ini. Keinginan tersebut merupakan
cita-cita yang sesuai bagi kelangsungan hidup manusia dimuka bumi demi
tercapainya suatu kepentingan.
Perlu diketashui bahwasnya agama yang Rahmatal
lilalamin Islam dan politik memiliki hubungan yang sangat erat, yang mana islam
bukan hanya sekedar agama yang hanya memiliki prosesi-prosesi ritual dan ajaran
kasih sayang, bukan hanya mementingkan aspek lega formal tanpa menghiraukan
aspek-aspek moral. Yang mana dalam hal ini politik berfungsi sebagai
salah satu sendi kehidupan yang juga di atur oleh islam. Akan tetapi, islam
tidak terpaku pada urusan politik saja. Karena agama yang sempurna dan telah
disempurkan oleh Allah SWT.
Begitulah
sedikit banyaknya mengenai “Manusia Sebagai Mahkluk Siyasah” yang bisa saya
jelaskan dan paparkan kepada pembaca sekalian. Semoga apa yang saya jelaskan
tadi bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saya ucapkan terimakasih
karena telah berkunjung ke Blog saya. Akhir kata saya tutup dengan
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Daftar Pustaka :
No comments:
Post a Comment