Translate

Wednesday, 5 December 2018


MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SIYASAH


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
         Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah .SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan artikel ini. Dan tak lupa kita haturkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang benar ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT. 

Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Siyasah. 
Siyasah secara emitologis berasal dari bentuk masdar dari sasa yasusu yang artinya "mengatur, mengurus, memimpin dan memperintah". di samping itu juga berarti "politik dan penetapan suatu bentuk kebijakan". pada kata sasa memiliki sinonim Dabbara (mengatur), to lead (memimpin), to govern (memerintah) dan policy of government (kebijakan pemerintah). Devinisi yang di kemukakan oleh beberapa tokoh yaitu:
-Ibnu Mansur (ahli bahasa di mesir) menyebutkan siyasah yaitu mengatur sesuatu dengan cara membawa kemaslahatan.
-Abdurrahman menyebutkan bahwa siyasah merupakan hukum dan kebijaksanaan yang mengatur berbagai urusan umat atau masyarakat yang berkaitan dengan pemerintah hukum dan peradilan, lembaga pelaksanaan dan administrasi, begitu pula yang berkaitan dengan hubungan luar negeri.
Jika yang dimaksud dengan siyasah ialah mengatur segenap urusan ummat, maka islam sangat menekankan pentingnya siyasah. Bahkan, islam sangat mencela orang-orang yang tidak mau tahu terhadap urusan ummat. akan tetapi jika siyasah diartikan sebagai orientasi kekuasaan, maka sesungguhnya islam memandang kekuasaan hanya sebagai sarana menyempurnakan pengabdian kepada Allah. Tetapi, islam juga tidak pernah melepaskan diri dari masalah kekuasaan.

Tujuan Dari Pada Siyasah.
Tujuan dari pada siyasah yaitu menata kehidupan manusia di dunia untuk di jadikan bekal bagi kehidupan yang selanjutnya (akhirat). Karena islam memandang kehidupan manusia di dunia sebagai ladang bagi kehidupan akhirat sehingga hidup ini memerlukan konsep yang benar dan sesuai dengan aturan-aturan yang Allah tetapkan melalui Kitab dan RosulNya agar menghasilkan kehidupan yang damai dan harmonis antara satu degan yang lainnya, karena manusia pasti memiliki keinginan hidup dengan orang lain secara damai dengan seluruh bangsa yang ada di dunia ini. Keinginan tersebut merupakan cita-cita yang sesuai bagi kelangsungan hidup manusia dimuka bumi demi tercapainya suatu kepentingan. 

Perlu diketashui bahwasnya agama yang Rahmatal lilalamin Islam dan politik memiliki hubungan yang sangat erat, yang mana islam bukan hanya sekedar agama yang hanya memiliki prosesi-prosesi ritual dan ajaran kasih sayang, bukan hanya mementingkan aspek lega formal tanpa menghiraukan aspek-aspek moral. Yang mana  dalam hal ini politik berfungsi sebagai salah satu sendi kehidupan yang juga di atur oleh islam. Akan tetapi, islam tidak terpaku pada urusan politik saja. Karena agama yang sempurna dan telah disempurkan oleh Allah SWT.

      Begitulah sedikit banyaknya mengenai “Manusia Sebagai Mahkluk Siyasah” yang bisa saya jelaskan dan paparkan kepada pembaca sekalian. Semoga apa yang saya jelaskan tadi bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saya ucapkan terimakasih karena telah berkunjung ke Blog saya.  Akhir kata saya tutup dengan Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Daftar Pustaka            :

No comments:

Post a Comment