PENDIDIKAN SEPANJANG
HAYAT DALAM KONSEP ISLAM
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Pertama-tama
mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah .SWT yang telah memberikan
rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan artikel ini. Dan tak lupa kita
haturkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah
membawa kita ke jalan yang benar ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT.
Pendidikan sepanjang hayat sebagai prinsip pendidikan Islam. Salah satu
prinsip pendidikan Islam adalah prinsip kontinuitas atau berkelanjutan. Dari
prinsip inilah dikenal pendidikan seumur hidup. Dalam Islam adalah suatu
kewajiban yang tidak pernah dan tidak boleh berakhir. Seruan “membaca” yang ada
dalam al-Qur’an (QS. al-‘Alaq:1) merupakan perintah yang tidak mengenal batas
waktu.
Dengan demikian, pendidikan Islam mengajarkan kepada manusia untuk terus
menuntut ilmu dengan berlandaskan ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala serta
membentuk forum dialogis yang komprehensip dan konstruktif. Apalagi “Islam
merupakan paradigma ilmu pendidikan” dan merupakan wahyu yang diturunkan oleh
Allah subhanahu wata’ala sebagai pedoman hidup untuk mencapai kesejahteraan
dunia dan akhirat. Namun pedoman tersebut baru dapat dipahamai setelah
dipelajari, dipahami, di yakini dan di hayati, dan di amalkan setelah melalui
proses pendidikan.
Dalam penitian jalan panjang kehidupan manusia yang diciptakan untuk
beribadah kepada Allah ta’ala dengan sarana beriman kepada-Nya tanpa keraguan
dan penuh keyakinan, yang mana keyakinan hanya akan didapat dengan ilmu yang
bersumber pada wahyu, maka sebuah keniscayaan di dalam masa hidup manusia yang
penuh dengan pergolakan dan keguncangan dalam mempertahankan keimanan sampai
wafat di atas keimanan (Islam) untuk tetap istiqomah dijalan-Nya harus
senantiasa dalam wahana pencapaian ilmu dan pengamalannya.
Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikan ratusan perintah dalam Al-Qur’an
agar manusia menggunakan akalnya untuk berfikir untuk mendapatkan keimanan,
baik bertafakkur dengan ayat-ayat kauniyah(tanda-tanda di alam) yang
diciptakan-Nya, ataupun dengan bertadabbur dengan ayat-ayat qauliyah
(Al-Qur’an) yang diturunkan-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman :
“Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,” (Q.S Ali Imran : 190).
(Al Quran) ini adalah
penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan
dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan yang Maha
Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (Q.S Ibrahim : 52).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa akal dan wahyu ibarat mata
dan cahaya,”bahkan akal adalah syarat untuk mengilmui sesuatu dan untuk beramal
dengan baik dan sempurna. Akal pun akan menyempurnakan ilmu dan amal. Akan
tetapi, akal tidaklah berdiri sendiri.Akal bisa berfungsi jika dia memiliki
instink dan kekuatan sebagaimana penglihatan mata bisa berfungsi jika adanya
cahaya.Apabila akal mendapati cahaya iman cahaya mentari.Jika bersendirian
tanpa cahaya, akal tidak bisa melihat atau mengetahui sesuatu.”(Majmu’
Al-Fatawa, 3/338-339)
Bahkan, Allah subhanahu wata’ala swt melalui firman-Nya (Al-Qur’an) sangat
menekankan, bahwa ada perbedaan antara yang berilmu dan yang tidak beilmu.
Orang yang beriman dan yang berilmuakan diangkat derajatnya.Karena itulah,
Allah subhanahu wata’ala mengancam keras orang-orang yang tidak menggunakan
segala potensinya untuk berfikir dan meraih ilmu.Orang-orang seperti ini, dalam
al-Quran disamakan derajatnya dengan binatang ternak yang tidak memilki kemanfaatan
kecuali hanya bagi kahidupan dunia.
Ayat-ayat al-Quran yang terkait urgensi pendidikan sepanjang hayat.
Al-Qur’an memuat banyak sekali ayat-ayat yang mendorong kaum muslimin untuk
senantiasa meningkatkan keilmuannya. Bahkan, aktivitas sehari-hari, haruslah
ditandai dengan aktivitas keilmuan atau yang terkait dengan ilmu, Allah
subhanahu wata’ala berfirman :
1. QS. Thaha: 114 “…Dan Katakanlah: ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah
kepadaku ilmu pengetahuan.’” Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan maksudnya
tambahkanlah kepadaku ilmu dari-Mu.Ibnu Uyainah rahimahullah mengatakan, Nabi
n, senantiasa berada dalam tambahan ilmu, hingga Allah subhanahu wata’ala
mewafatkan beliau.[6]
Sedangkan Ibnu Majah tmeriwayatkan, dari Abu Hurairah a, ia menuturkan,
Rasulullah n bersabda: : "اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا علَّمتني، وَعَلِّمْنِي مَا
يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ" “Ya Allah
subhanahu wata’ala jadikanlah apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku itu bermanfaat
bagiku, dan ajarkanlah apa yang bermanfaat bagiku serta tambahkanlah ilmu
kepadaku. Segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala atas segala keadaan.”
Hadits di atas juga diriwayatkan oleh al-Bazzar, yang ia tambahkan pada bagia
akhirnya: وَأَعُوذُ
بِاللَّهِ من حال أهل النار". “….Dan aku
berlindung kepada Allah subhanahu wata’ala dari keadaan penghuni neraka.”[7]
Sementara itu Abu Bakar Jabir al-Jazairi rahimahullah beristifadah tentang ayat ini adalah anjuran unuk menuntut
ilmu dan mencari tambahan ilmu dengan mengakui kebodohan dalam dirinya dan
kebutuhan terhadap ilmu.[8] Kita juga bisa melihat semangat berfikir untuk
mencapai keimanan pada ayat pertama yang diturunkan Allah subhanahu wata’ala
pada manusia. Marilah kita melihat bagaimana Allah subhanahu wata’ala
membimbing manusia melalui firman-Nya yang sempurna dengan ayat-ayat yang
pertama diturunkan Allah subhanahu wata’ala yang akan dibahas pada point
berikutnya.
2. QS. al-‘Alaq: 1-5 “Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan.Dia telah menciptakan manusia
dari segumpal darah.Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar
(manusia) dengan perantaran kalam.Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya.” (QS. al- A’laq:1-5). Sesungguhnya ayat Al-Qur’an yang pertama
kali diturunkan adalah ayat-ayat mulia ini.Dia merupakan rahmat pertama yang
diberikan Allah subhanahu wata’ala kepada hamba-Nya dan nikmat pertama yang
dicurahkan Allah subhanahu wata’ala kepada mereka.Dia merupakan peringatan
tentang awal penciptaan manusia dari segumpal darah. Dan sesungguhnya, diantara
kemurahan Allah subhanahu wata’ala Ta’ala adalah mengajarkan kepada umat
manusia sesuatu yang tadinya tidak diketahui. Maka Allah subhanahu wata’ala
mengangkat dan memuliakannya dengan ilmu. Inilah yang hanya diberikanAllah
subhanahu wata’ala kepada bapak manusia, Adam q sehingga membedakannya dari
malaikat. Dan, ilmu terkadang ada dalam benak. Kadang-kadang juga berada dalam
tulisan dan bersifat mentalistik dan formalistik. Kata formalistik memastikan
ilmu berada dalam tulisan, namun tidak sebaliknya.
Oleh karena itu, Allah subhanahu wata’ala Ta’ala berfirman, “Bacalah,
dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.Yang mengajarkan dengan perantaraan kalam.Dia
mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” Ditegaskan dalam
sebuah atsar, فيدواالعلمبالكتابة “ikatlah ilmu itu dengan tulisan.” Dan diterangkan pula, من عمل بما علم
ورثه الله علم ما لم يكن يعلم
“barangsiapa yang mengamalkan apa yang telah ia
ketahui, maka Allah subhanahu wata’ala akan mewariskan kepadanya sesuatu (ilmu)
yang tidak dia ketahui sebelumnya.” Dalam makna yang luas, iqra’ dengan asal
kata qara’a mempunyai makna membaca, memikirkan, menghimpun informasi,
menelaah, mendalami, meneliti, menyelidiki, mengumandangkan dan menyampaikan.
Apabila kata iqra’ dirangkai dengan kata ismun yang dalm arti luas berarti nama
atau tanda. Dengan kata lain ketika ayat ini diturunkan maka Tuhan menciptakan
alam semesta memerintahkan manusia manapun yang membaca ayat ini untuk
‘membaca’ atau berfikir tentang seluruh tanda-tanda yang dapat dia indera.
Aktivitas ‘membaca’ dan berfikir ini dilakukan agar manusia mengetahui,
siapakah Tuhan yang telah menciptakannya adalah maha pemurah dan maha perkasa.
Jika kita jujur maka proses terbentuknya manusia dari segumpal darah (alaq),
sampai lahir dan tumbuh kembangnya, memang merupakan hal yang sangat luar biasa
bagi orang – orang yang berfikir.
Begitulah
sedikit banyaknya mengenai “Pendidikan Sepanjang Hayat Dalam Konsep Islam” yang bisa saya
jelaskan dan paparkan kepada pembaca sekalian. Semoga apa yang saya jelaskan tadi
bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saya ucapkan terimakasih karena
telah berkunjung ke Blog saya. Akhir kata saya tutup dengan
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Daftar
Pustaka :
https://makalahnih.blogspot.com/2014/09/konsep-pendidikan-sepanjang-hayat.html
No comments:
Post a Comment