Translate

Wednesday, 5 December 2018


PENDIDIKAN SEPANJANG HAYAT DALAM KONSEP ISLAM


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
         Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah .SWT yang telah memberikan rahmatnya sehingga saya bisa menyelesaikan artikel ini. Dan tak lupa kita haturkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jalan yang benar ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT. 

Pendidikan sepanjang hayat sebagai prinsip pendidikan Islam. Salah satu prinsip pendidikan Islam adalah prinsip kontinuitas atau berkelanjutan. Dari prinsip inilah dikenal pendidikan seumur hidup. Dalam Islam adalah suatu kewajiban yang tidak pernah dan tidak boleh berakhir. Seruan “membaca” yang ada dalam al-Qur’an (QS. al-‘Alaq:1) merupakan perintah yang tidak mengenal batas waktu.
Dengan demikian, pendidikan Islam mengajarkan kepada manusia untuk terus menuntut ilmu dengan berlandaskan ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala serta membentuk forum dialogis yang komprehensip dan konstruktif. Apalagi “Islam merupakan paradigma ilmu pendidikan” dan merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah subhanahu wata’ala sebagai pedoman hidup untuk mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat. Namun pedoman tersebut baru dapat dipahamai setelah dipelajari, dipahami, di yakini dan di hayati, dan di amalkan setelah melalui proses pendidikan.

Dalam penitian jalan panjang kehidupan manusia yang diciptakan untuk beribadah kepada Allah ta’ala dengan sarana beriman kepada-Nya tanpa keraguan dan penuh keyakinan, yang mana keyakinan hanya akan didapat dengan ilmu yang bersumber pada wahyu, maka sebuah keniscayaan di dalam masa hidup manusia yang penuh dengan pergolakan dan keguncangan dalam mempertahankan keimanan sampai wafat di atas keimanan (Islam) untuk tetap istiqomah dijalan-Nya harus senantiasa dalam wahana pencapaian ilmu dan pengamalannya.
Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikan ratusan perintah dalam Al-Qur’an agar manusia menggunakan akalnya untuk berfikir untuk mendapatkan keimanan, baik bertafakkur dengan ayat-ayat kauniyah(tanda-tanda di alam) yang diciptakan-Nya, ataupun dengan bertadabbur dengan ayat-ayat qauliyah (Al-Qur’an) yang diturunkan-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman :
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,” (Q.S Ali Imran : 190).
(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (Q.S Ibrahim : 52).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa akal dan wahyu ibarat mata dan cahaya,”bahkan akal adalah syarat untuk mengilmui sesuatu dan untuk beramal dengan baik dan sempurna. Akal pun akan menyempurnakan ilmu dan amal. Akan tetapi, akal tidaklah berdiri sendiri.Akal bisa berfungsi jika dia memiliki instink dan kekuatan sebagaimana penglihatan mata bisa berfungsi jika adanya cahaya.Apabila akal mendapati cahaya iman cahaya mentari.Jika bersendirian tanpa cahaya, akal tidak bisa melihat atau mengetahui sesuatu.”(Majmu’ Al-Fatawa, 3/338-339)
Bahkan, Allah subhanahu wata’ala swt melalui firman-Nya (Al-Qur’an) sangat menekankan, bahwa ada perbedaan antara yang berilmu dan yang tidak beilmu. Orang yang beriman dan yang berilmuakan diangkat derajatnya.Karena itulah, Allah subhanahu wata’ala mengancam keras orang-orang yang tidak menggunakan segala potensinya untuk berfikir dan meraih ilmu.Orang-orang seperti ini, dalam al-Quran disamakan derajatnya dengan binatang ternak yang tidak memilki kemanfaatan kecuali hanya bagi kahidupan dunia.

Ayat-ayat al-Quran yang terkait urgensi pendidikan sepanjang hayat. Al-Qur’an memuat banyak sekali ayat-ayat yang mendorong kaum muslimin untuk senantiasa meningkatkan keilmuannya. Bahkan, aktivitas sehari-hari, haruslah ditandai dengan aktivitas keilmuan atau yang terkait dengan ilmu, Allah subhanahu wata’ala berfirman :
1. QS. Thaha: 114  “…Dan Katakanlah: ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.’” Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan maksudnya tambahkanlah kepadaku ilmu dari-Mu.Ibnu Uyainah rahimahullah mengatakan, Nabi n, senantiasa berada dalam tambahan ilmu, hingga Allah subhanahu wata’ala mewafatkan beliau.[6]
Sedangkan Ibnu Majah tmeriwayatkan, dari Abu Hurairah a, ia menuturkan, Rasulullah n bersabda: : "اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا علَّمتني، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ" Ya Allah subhanahu wata’ala jadikanlah apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku itu bermanfaat bagiku, dan ajarkanlah apa yang bermanfaat bagiku serta tambahkanlah ilmu kepadaku. Segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala atas segala keadaan.” Hadits di atas juga diriwayatkan oleh al-Bazzar, yang ia tambahkan pada bagia akhirnya: وَأَعُوذُ بِاللَّهِ من حال أهل النار". “….Dan aku berlindung kepada Allah subhanahu wata’ala dari keadaan penghuni neraka.”[7] Sementara itu Abu Bakar Jabir al-Jazairi rahimahullah beristifadah  tentang ayat ini adalah anjuran unuk menuntut ilmu dan mencari tambahan ilmu dengan mengakui kebodohan dalam dirinya dan kebutuhan terhadap ilmu.[8] Kita juga bisa melihat semangat berfikir untuk mencapai keimanan pada ayat pertama yang diturunkan Allah subhanahu wata’ala pada manusia. Marilah kita melihat bagaimana Allah subhanahu wata’ala membimbing manusia melalui firman-Nya yang sempurna dengan ayat-ayat yang pertama diturunkan Allah subhanahu wata’ala yang akan dibahas pada point berikutnya.
            2. QS. al-‘Alaq: 1-5 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan.Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. al- A’laq:1-5). Sesungguhnya ayat Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan adalah ayat-ayat mulia ini.Dia merupakan rahmat pertama yang diberikan Allah subhanahu wata’ala kepada hamba-Nya dan nikmat pertama yang dicurahkan Allah subhanahu wata’ala kepada mereka.Dia merupakan peringatan tentang awal penciptaan manusia dari segumpal darah. Dan sesungguhnya, diantara kemurahan Allah subhanahu wata’ala Ta’ala adalah mengajarkan kepada umat manusia sesuatu yang tadinya tidak diketahui. Maka Allah subhanahu wata’ala mengangkat dan memuliakannya dengan ilmu. Inilah yang hanya diberikanAllah subhanahu wata’ala kepada bapak manusia, Adam q sehingga membedakannya dari malaikat. Dan, ilmu terkadang ada dalam benak. Kadang-kadang juga berada dalam tulisan dan bersifat mentalistik dan formalistik. Kata formalistik memastikan ilmu berada dalam tulisan, namun tidak sebaliknya.
Oleh karena itu, Allah subhanahu wata’ala Ta’ala berfirman, “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.Yang mengajarkan dengan perantaraan kalam.Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” Ditegaskan dalam sebuah atsar, فيدواالعلمبالكتابة  ikatlah ilmu itu dengan tulisan.” Dan diterangkan pula, من عمل بما علم ورثه الله علم ما لم يكن يعلم barangsiapa yang mengamalkan apa yang telah ia ketahui, maka Allah subhanahu wata’ala akan mewariskan kepadanya sesuatu (ilmu) yang tidak dia ketahui sebelumnya.” Dalam makna yang luas, iqra’ dengan asal kata qara’a mempunyai makna membaca, memikirkan, menghimpun informasi, menelaah, mendalami, meneliti, menyelidiki, mengumandangkan dan menyampaikan. Apabila kata iqra’ dirangkai dengan kata ismun yang dalm arti luas berarti nama atau tanda. Dengan kata lain ketika ayat ini diturunkan maka Tuhan menciptakan alam semesta memerintahkan manusia manapun yang membaca ayat ini untuk ‘membaca’ atau berfikir tentang seluruh tanda-tanda yang dapat dia indera. Aktivitas ‘membaca’ dan berfikir ini dilakukan agar manusia mengetahui, siapakah Tuhan yang telah menciptakannya adalah maha pemurah dan maha perkasa. Jika kita jujur maka proses terbentuknya manusia dari segumpal darah (alaq), sampai lahir dan tumbuh kembangnya, memang merupakan hal yang sangat luar biasa bagi orang – orang yang berfikir.
Begitulah sedikit banyaknya mengenai “Pendidikan Sepanjang Hayat Dalam Konsep Islam” yang bisa saya jelaskan dan paparkan kepada pembaca sekalian. Semoga apa yang saya jelaskan tadi bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saya ucapkan terimakasih karena telah berkunjung ke Blog saya.  Akhir kata saya tutup dengan Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Daftar Pustaka            :
https://makalahnih.blogspot.com/2014/09/konsep-pendidikan-sepanjang-hayat.html



No comments:

Post a Comment